Rabu, 18 Februari 2009

Brain dan Zincum

Zincum (Zn) atau zat seng adalah unsur mikromineral yang belakangan ini cukup mendapat perhatian. Selain terbukti penting untuk daya tahan tubuh, banyak anak-anak yang ternyata kekurangan unsur ini. Bahkan WHO menyatakan Indonesia berisiko tinggi kekurangan asupan zink karena umumnya hanya mengonsumsi 50% dari angka kecukupan gizi. Zoncum adalah mineral penting yang ikut membentuk lebih dari 300 enzim dan protein. Zincum terlibat dalam pembelahan sel, metabolisme asam nukleat, dan pembuatan popipeptida (protein)

Zincum memegang peranan esensial dalam banyak fungsi tubuh, dan sebagai bagian dari enzim atau kofaktor pada kegiatan lebih dari 300 enzim. Berperan dalam berbagai aspek metabolisme, seperti reaksi-reaksi danal sintesis dan degradasi karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat. Sebagai bagian dari banyak metabolisme,Zing dibututuhkan pada hamper semua aspek metabolisme sellular.

Trimidinkinase, RNA polymerase, DNA polymerase, ribonuklease, dan reverse transcriptase, adalah beberapa enzim zinc-dependent yang merupakan katalisator penting dalam replikasi dan transipsi DNA selama dalam pembelahan sel ( Shankar & Prasad, 1988; McLange, 1988).

Zink juga membantu kerja beberapa hormon termasuk hormon kesuburan, juga hormon yang diproduksi oleh kelenjar di otak, tiroid, adrenal, dan timus. Contohnya, hormon timulin di kelenjar timus untuk membuat sel limfosit T hanya akan aktif bila sudah berikatan dengan zink. Padahal sel-T ini merupakan pasukan sel darah putih yang menunjang daya tahan tubuh. Hormon prolaktin juga membutuhkan zink untuk menstimulasi ASI dan pertumbuhan kelenjar payudara Bahkan menurut Tri Suimarti Raahayu Ningsih Ahli gizi RS Dr Sardjito FK UGM Zinc termasuk anti oksidan yang merupakan unsur penting penangkal radikal bebas.Sebagai antioksidan kuat, zink mampu mencegah kerusakan sel dan menstabilkan struktur dinding sel. Zink berperan dalam proses penyembuhan luka dengan cara merangsang pembentukan dan pemindahan sel kulit ke daerah luka. Kekurangan zink ringan dapat menimbulkan kurangnya nafsu makan disertai dengan penurunan berat badan, rabun senja, dan mudah terinfeksi. Pengecapan dan penciuman juga bisa terganggu karena sel-sel perasa rusak akibat berkurangnya enzim carbonic anhydrase. Enzim itu hanya bisa terbentuk kalau ada zink. Kekurangan zink sedang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, kekurangan hormon kesuburan (hipogonadisme), dan melambatnya penyembuhan luka. Yang lebih berat, timbul gejala kerdil, anak sering sakit karena kurangnya sel darah putih, kelenjar timusnya mengecil, botak, kelainan kulit dan pencernaan, diare, dan juga gangguan emosi. Laporan terakhir menunjukkan bahwa kekurangan zink bisa menyebabkan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Saat ini, zink juga dihubungkan dengan pengobatan AIDS, kanker mulut rahim dan prostat serta terjadinya atherosklerosis.

Sementara itu, dalam Lintas IPTEK Harian Republika edisi Rabu, 27 April 2005 memuat Hasil Research Human Nutrition Research Center di Grand Fork Amerika Serikat yang dilakukan selama kurun waktu 2002 hingga 2004 terhadap 209 siswa, TERBUKTI ZINk PERTAJAM DAYA INGAT SISWA.

Jadi jika anak, keponakan, adik, atau saudara kita prestasi belajar atau daya ingatnya kurang, NUTRISI ZINK sangat dibutuhkan, apalagi bagi mereka Yang menghadapi Ujian Nasional yang membutuhkan daya ingat tinggi karena harus menguasai Materi dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 ( kls 7 -9 untuk SMP, dan kls 10 – 12 SMA).

Information From www.doitsoteam.blogspot.com

Tidak ada komentar: