Tampilkan postingan dengan label Puisi/Nasyid/Lirik/Pantun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi/Nasyid/Lirik/Pantun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Just For Mom

Ia tak secantik dan seanggun kaum bendoro putri
Tak pula segesit dan sepintar perempuan modern masa kini
Kulitnyapun tak sehalus bintang iklan yang berseri
Cara bertuturnya tak sepiawai petinggi-petinggi negeri ini

Tapi bagiku..
Ia perempuan paling hebat dalam hidupku
Perempuan paling sabar sekaligus paling kuat di mataku
Belaian tangannya selalu berhasil meredam gundahku
Tuturnya yang sederhana membangkitkan semangatku

Bertahun lalu
Aku menyangka ia tak sayang karena sering marah-marah padaku
Aku mengira ia tak sayang karena tak selalu menuruti permintaanku
Aku menduga ia tak peduli karena membebaskan beberapa pilihan dalam
hidupku
Aku merasa ia tak cinta karena tak pernah mengucapkannya

Tapi ternyata..
`Marah'nya Ibuku adalah pagar yang membatasiku dengan mala dan petaka
`Pelit'nya Ibuku adalah pelajaran untuk menghargai segala sesuatu
Ke'tidakpeduli'
annya adalah sikap demokratis untuk mengajariku
bertanggung jawab
Tatapan kasihnya ternyata lebih bermakna cinta daripada sekedar kata

Ketika senang, kita berpesta merayakannya bersama teman
Namun ketika sedih, ternyata masih pula kita mencari pelukan Ibu..
Ibu jadi seperti betadine* saja, diperlukan ketika kita terluka

Dulu kupikir..
Ketika aku jauh, tentulah Ibuku senang terbebas dari segala
kenakalanku
Betapa picik pikiranku, karena ternyata seorang Ibu tak bisa berhenti
memikirkan anak-anaknya meskipun kita sudah beranjak dewasa, bahkan
menua
Mungkin ketika kita terlelap, masih ada mata keriput Ibu menitikkan
air mata dan berdoa memohon kesehatan anak-anaknya
Ketika kita disibukkan bekerja untuk memenuhi tuntutan hidup, doa
perempuan yang kita sebut Ibu mungkin selalu menjaga kita dari goda
Kasih yang abadi, cinta yang tak bersyarat sama sekali



::Peace::
Ya Allah terimakasih telah Kau kirimkan untukku seorang ibu..

Kamis, 16 Agustus 2012

Renungan Indah – W.S. Rendra

Renungan Indah - W.S Rendra
 
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS)
 
SEMANGAT INDONESIA RAYA selamat Ulang Tahun yang ke 67 Negaraku Tercinta

Selasa, 11 Mei 2010

If Love

Bila telapak tangan berkeringat,
Hati dag dig dug,
Suara bagai tersangkut di tenggorokan,
Itu bukan cinta, tetapi SUKA.

Bila tangan tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya,
Itu bukan cinta tetapi BIRAHI.

Bila menginginkannya karena tahu
Ia akan selalu berada di sampingmu,
Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.


Bila menerima pernyataan cintanya
Karena tak mau menyakiti hatinya,
Itu bukan cinta tetapi KASIHAN.

Bila bersedia memberikan semua
Yang kamu sukai demi dia,
Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.

Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya
Kepada semua orang,
Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN.

Bila kamu katakan padanya bahwa ia adalah
Satu-satunya hal yang kamu pikirkan,
Itu bukan cinta tetapi GOMBAL.

Arti MENCINTAINYA ;
Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA,
Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya.

Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU;

Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH,
dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA;

Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA
Biarpun ia cukup tegar menghadapinya;

Ketika kamu tertarik kepada orang lain
Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.


CINTA adalah PENGORBANAN;

MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI.

CINTA adalah KEMATIAN ATAS SIFAT EGOIS dan EGOSENTRIS.

Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar
untuk sebuah CINTA...

Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita
inginkan.
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita
temukan di dalam dia.
 

Arti Sahabat

Hidup ini bagaikan teka teki dalam hidupku
di mana aku harus menebak
semua tangga yg terlihat hitam ataupun putih
kadang di saat aku bahagia sekali pun
 
Bagaikan air yg terus mengalir
tanpa menghiraukan
bahwa esok akan ada yg menantikan kesedihanku
di saat dan dengan keadaan apa pun
 
Aku bisa merasakan arti persahabatan
yang seutuhnya ya.......itulah kawanku , temanku...
sahabatku yg selalu membuat aku
melupakan kesedihan dan kembali melangkah dengan ceria
 
Ku angkat wajahku
ku buang rasa sakitku
ku ringankan langkahku
ku ayun tanganku
 
Satu hal yg akan ku ingat selamanya
Satu sahabat lebih baik dari apa pun
Karena dia mampu memberikan pegangan
Di saat aku terhuyung dan terjatuh
Dia jg mampu membuatku tersenyum kembali dalam canda tawanya .

Senin, 23 Februari 2009

Catatan Seorang Aku...

( ketika penantian berbuah pahit)
Ini seperti mimpi saja, suara yang mampu mengilhamkan puisi cinta itu..dengan mata yang menyulap hampa menjadi ada, hadir kembali dalam suasana yang sangat berbeda walau sebenarnya tak pernah ada kata cinta sejah dulu, namun tetap saja hati ini berharap lebih..
meskipun yang dinanti menyapa pun tidak lagi..

Seorang aku bahkan tak sanggup berhenti sesaat untuk menatap langit Walau cahaya mata tlah tersudut dengan ujung panah tanpa busur Yang sekiranya menabur cinta namun ternyata menancap mematahkan hati.. Kehidupanku telah buta Hati tak sanggup bercerita..egois kata adalah cara menahan diri Tak ada duri yang menancap dendam, tapi serpihan bening matanya telah tertuju pada merpati lain.. hari kulalui antara nyata dan maya
langkahku terikat benalu hati,
sapaan hanya jadi rintihan..
perjalananku tetap nihil...

pagi tidak mungkin bermaksud kejam, namun jujur, terasa terlalu dingin
bagi hati yang patah sudah..
ketika rumpun mawar di tepi pandangan mulai luruh,
dan batang cemara terlihat terlalu kuyu untuk menjadi tempat mengadu..
entah kemana harapan harus bertumpu..
terpaksa endap berselimutkan sejuta rindu yang tak terbalas..

bukan salah cinta jatuh di tempat yang salah..
namun mungkin salah diri
memilih tempat yang salah untuk jatuh cinta...

Catatan seorang Aku..
(ketika penantian masih saja berbuah pahit)

Hidup berjalan seperti butiran garam di laut tanpa batas...
Pikiran yang hampa..terbang jua..padahal langit tahu dirinya tak bertepi
Seperti hati..yang sentiasa berbisik jujur meski sering ditipu harga
diri..
Batin yang sepi seperti rumpun terindah yang terlindungi duri hutan..
Mendamba cinta menyapa..

Bayu lembut yang bijak pernah berbisik untuk tak menghirau halusnya
pesona seorang dia..
Karena pesonanya terlalu manis untuk seorang aku..dan melati melati lain..
Namun..entah karena sayap ini yang membawa aku,
Entah karena hati ini yang terlalu cepat mencipta selaksa rasa..
Kini aku tahu rasanya jatuh setelah terbang terlalu tinggi..
Patah.. Hanya patah..

Aku setuju memudar mimpi tentangnya
Hatiku pernah berjanji tentang itu..
Kubiarkan diri hidup sepi dalam lembah yang kuciptakan sendiri..
Disini hanya ada angin setiup, air setetes dan mawar sekuntum yang
bernama aku
Cukup bagiku untuk saat ini...
Entah nanti..

Catatan seorang Aku...
(ketika mulai terasa bahwa sesungguhnya penantian itu manis..)
inspirasi dari sahabat-sahabatku yang baik..

Hidup tak selamanya sempurna..
Kadang hati ditipu harga diri..
Kadang jiwa begitu hampa..
Kadang sukma meratap di kesepian

Tapi hidup juga tak selamanya sendiri..
Karena sepi sesungguhnya adalah masa ujian dan kesempatan bagimu untuk
menjadi raja bagi dirimu sendiri..
Dunia penuh bunga itu masih ada..
Memang tercipta..
Aku percaya. Kamu percaya..bahwa cinta kan menyapa

Menjalani hari seperti berlari di atas kerikir yang tak berujung..
Ditemani hawa mentari yang jauh dari hangat..bahkan terlalu panas..
Warna mega putih yang kau harap pun terkadang berubah merah sekenanya..
Dan kau merasa hari tak berpihak padamu..

Malam penuh rasa tlah kau lalui..
Hari yang tak pasti pun lewat jua..
Meski mungkin ratusan ketidakpastian masih menghadangmu didepan..
Tapi ribuan kebahagiaan kan menantimu..

Karena kau ditemani oleh secercah putih cahaya yang mungkin tak seberapa..
Tapi cukup terang di dinding kelam sanubarimu..
Memberi harap pada haus jiwamu..
Dan mencegah patah hatimu..
Menyiram kering bunga di dalamnya dan menjadikanmu begitu indah..

Bila kau merasa gemintang terlalu suram..cobalah rasakan lebih dalam..
Maka akan terlihat bulan tersenyum padamu..
Jika kau pikir dinginnya malam karena tak sayang padamu,cobalah
berfikir lebih jauh..
Maka akan terasa selintas kehangatan menyapamu...
Dan jika kau merasa tak sehelai daun menemanimu..

cobalah kenali lebih
dekat..
Maka akan nyata bagimu..sahabat adalah tempat berbagi bagimu

Insya Allah..
Kita akan menjadi seperti mentari
Berdiri tegar walau kadang tertutup awan gelap..
Indah seperti cinta..yang kita coba raih lalu kita dapat..
Setia seperti sahabat..yang bahkan mampu mengikat angin yang tak
terjaring..
Seperti aku.. yang akan selalu bersinar untukmu..
Berjalan seperti hari..yang berganti sekian lama..
Menggenap dan mengganjilkan usia kita..dulu..hari ini..dan sepanjangnya..

Catatan Seorang Aku...
(Ketika penantian Alhamdulillah berbuah manis..)
inspirasi dari novel "setitik kabut selaksa rasa"

Surga bagiku dan bagimu adalah seperti mengenakan matahari diseputar
kepala bagai untaian mahkota..
Surga bagiku dan bagimu hádala apabila kita mampu menjalin hubungan
dengan bintang-bintang..
Dengan bulan-bulan.. baik yang berwarna biru maupun kelam..

Surga bagi kita adalah tempat dimana menjadi mencintai berarti
berbesar hati..
Surga bagi kita adalah tempat dimana tutor lembut menjadi pembuka
setiap hari lembar kehidupan..
Surga adalah tempat dimana bersanding, membuka diri dan membuai
dilakukan dengan penuh syukur..
Karena surga adalah anugrah dari Sang Pemberi Cinta..
Karena Cinta adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta..

Surga adalah anugerah Allah bagi sepasang hati yang saling mencintai
atas nama cinta kepadaNya..
Seperti ketika Allah menciptakan sepasang beda yang saling memikat dan
mengikat..
Seperti Allah menciptakan malam yang berbeda dengan siang…
Namunmenjadi satu dalam garis senja dan fajar..
Karena cinta sebenarnya hanya akan timbal pada sesuatu yang diciptakan
dari sebahagian jiwa itu sendiri..
Seperti bunga dan daun yang tercipta dari batang yang sama..
Sehingga daun berkata, mengana bunga itu sangat memikat aku?
Dan bunga berbisik dalam hatinya..bahwa ia pun merasa yang sama.
Seperti Adam dan Hawa yang tercipta dari raga yang sama..
Sehingga Adam bertanya ,mengana engkau terlihat seperti aku?
Dan Hawa menjawab, karena aku dan engkau tercipta dari Sang Maha
Pemberi Cinta yang sama...

Sabtu, 17 Januari 2009

suram....

hitam...
gelap...
dan kelam...

aku buta...
aku terjaga...
di reruntuhan mimpi...
diujung hayal ku...

bertorehkan cinta yang maya
berpilu dengan menanti
bercumbu dengan hati
berpeluk dengan cerca

mungkin gelap teman ku
mungkin gelap sahabat ku
mungkin gelap tujuan ku
dan sendu gelap ku

siapa yang tau....?
siapa yang mau....?
disemua senja......
bagiku.....pilu....
...selalu....semu..

Kokoh atau Terbawa Arus

Batu-batu karang itu kokoh tak bergeming
Sementara arus sungai melemparkan
Batu-batu kecil ke kanan dan ke kiri.
Menyebut batu-batu kecil itu batu karang?
Mengokohkan sasaran mereka?
Sedikit saja banjir dating, batu-batu kecil itu
Langsung terbawa arus.
Bukan nama, bukan sasaran,
Yang membedakan keduanya.
Melainkan bagaimana mereka bersikap.
Apa yang mereka perbuat?
Batu didikte oleh ukurannya, tetapi anda
Sendirilah yang memegang kendalinya.
Apakah Anda batu karang atau batu kecil?
Akankah Anda kokoh atau terbawa arus?

Selasa, 13 Januari 2009

Untukmu Palestina

Aku hanya bisa berdoa
Aku hanya bisa melihat
Aku hanya bisa menyaksikan

Mengapa aku hanya bisa itu semua
Mengapa aku tidak bisa membantu mereka
Sungguh .......

Maafkan aku,
Yang bisa aku kasih hanya doa..
dan Doa...
KArena Aku yakin yang di seluruh bumi ini sedang mendoakanmu
Sedang Merindukan senyummu
Sedang Menanti Keindahan Kalbumu

Saudaraku,
Kekuatan itu telah tumbuh dalam hatimu
Ketabahan Itu kuat dalam jiwamu

Surga pantas untukmu.....Amin...
Biarkan mereka melolong.....
KArena mereka hanya bisa melolong...

Dan Engkau Terbangun untuk menikmati Surgamu...



Safe May Palestine

Information From

Jumat, 09 Januari 2009

Sekedar Mencoret

Gemuruh Binar Nyala Api Bagi Anak Negri..........


Kami adalah tangan-tangan kecil
yang berkumpul karena ingin berbagi

Kami bukan orang hebat yang jago diplomasi
yang mungkin sering kau lihat berdasi di TV

Kami cuma anak-anak muda
dengan sedikit asa untuk anak-anak negri kami
yang terpinggirkan oleh kerasnya zaman
yang katanya reformasi ini

Kami hanyalah mimpi sederhana
yang inginkan sedikit sungging senyum adik-adik kami
yang masih punya semang! at untuk sekolah di negri tercinta ini

Kami mungkin akan dianggap sepi oleh kalian
Karena Kami tak punya pengaruh dan banyak harta tuk yakinkan kalian......!

Sesepi dan miskinnya bangsa ini
pada penderitaan adik-adik kami yang ratusan sudah mati
karena tak lagi bisa makan nasi
dan teguk segelas susu hangat dari orang tua mereka

dan hari-hari ini para pemimpin bangsa ini begitu sibuk
untuk bisa perhatikan nasib adik-adik kami..........
apalagi koruptor dan penjilat konon malah bisa bebas keluar negri
dan kau lihat satu-satu mereka mati.........
yah.....satu-satu mereka mati.............
karena kemiskinan mereka...........


Untuk Palestina selanjutnya kita buat Yu.....;;);;)

Rabu, 07 Januari 2009

Perasaan - perasaan di pinggir hati

Tak lagi menyesak
Tapi tak mungkin membanjiri sungai-sungai bahagia
Biarlah itu semua milik
Peti-peti masa lalu

@ku hanya ingin menyapamu
Lewat diam dan sunyi
Di senja hari tanpa hujan

Tak lagi berkelok-kelok tajam
Naik atau turun
Siklus itu sudah habis
Biar potret-potret itu yang bicara
@pa yang pernah ada

Biar jalan-jalan ramai
Atau tenda-tenda kaki lima
Atau nada-nada indahlah
Yang menyapa kau dan aku
Karena cuma kita yang tahu

Adalah perasaan-perasaan yang tak lagi utama
Tapi masih duduk berjongkok
Menunggu dan menyesap rokok
Di pinggiran hatiku

Maafkan aku membagi cinta
Yang pernah kujanjikan dahulu
Hanya untukmu

Biarkan perasaan itu terpinggirkan
Tak lagi jadi pemeran utama panggung ini

Aku Terus

Ketika kudengar kicau burung bernyanyi
ketika sinar sang fajar menyilaukan kelopak mataku
ku terbangun dari tidur lelapku
Disaat matahari terbenam di waktu sore
ketika bulan mulai memancarkan cahaya terangnya
kembali kau buat diriku gelisah tak tentu arah
membuat diriku terhanyut..... dalam bayangan masa laluku
Seakan tak pernah letih akan lelahku
seakan tak pernah mengerti akan pedihku
membuat diriku seakan tunduk di hadapannya
selalu....dan selalu memahkotaiku
dengan resah dan hampa
Walaupun beribu ribu bintang memandangiku
meski kulawan...linangan air mata ini
terus mengalir,mengalir....
dan terus membebani pipiku
Terlalu banyak kenangan....terlalu banyak kebersamaan
semuanya terlalu sulit untuk di lupakan
kini kau telah berlalu dariku dan akupun berusaha menjauhimu
kebisuan telah hadir bersama kita
secara perlahan menghapus semua rasa yg pernah tersisa
Tapi....
aku akan tetap mengenangmu
perpisahan bukan akhir dari segalanya
ku ingin tetap berbagi walau telah ada pembatas
yang memagariku untuk sekedar bersama .

Tak Mungkin

Dibalik bayangan angan mimpimu, mataku menatapmu
Disepanjang jejak tapak langkahmu, hatiku ikutimu
Diantara bayangan gelap malam, kusembunyikan jiwaku
Tapi,

Tubuh ini tak beranjak,
Daging ini tak bergerak,
Jantungpun tak berdetak,

Sadarlah aku hanya fatamorgana adanya kamu
Terlalu jauh
Seperti nebula dan lubang hitam
Seperti kelahiran dan kematian
Seperti gelap dan terang,

Tak akan pernah satu.
Information From

Merindu

Akulah sandaran hatimu
Disini aku menantimu
Dalam kesendirianku
Dalam keheninganku

Tak kaurasakan kah....
Begitu lama
Aku menantimu
Aku mengharapkan kehadiranmu

Dan masih saja
Kau tatap jauuuuuuhhh disana
Kau pandangi ke segala arah.....
Tuk cari sandaran hatimu

Padahal....
Aku....
Aku disini....
Disampingmu.

Didekatmu...
Siap menjadi sandaran hatimu


Information From

Sandaran Hati

Hendak ku bawa kemana
Ketika goresan jiwa itu
Menorehkan
Satu rasa yang
Membuat kita terpaku
Dalam diam
Menyatu dalam kebisuan

Mencari aku ....., dalam gelap
Meraba-raba dalam
Kebimbangan
Berkepanjangan dalam kebisuan
Perlahan-lahan

Aku mencari cinta
Yang tulus
Yang ikhlas
Yang bisa menerima apa adanya

Aku mencari cinta
Untuk melabuhkan lelah jiwaku
Untuk menyandarkan hatiku
Yang kelelahan dalam kesendirian

Masih adakah jiwa lelah ini
Tempat untuk kulabuhkan
Satu cinta yang sederhana
Yang ku miliki .......??

Aku mencari sandaran hati
Untuk labuhkan cintaku ...
Dalam kesederhanaanku ....
Dalam kesepian hatiku ....
Dalam lelah jiwaku .....

Aku mencari sandaran hati
Aku mencari cintamu
Cuma cintamu..
Sepenuh hatiku....

Information From

Selasa, 30 Desember 2008

Arti Sahabat Buat Q

Hidup ini bagaikan teka teki dalam hidupku
di mana aku harus menebak
semua tangga yg terlihat hitam ataupun putih
kadang di saat aku bahagia sekali pun
Bagaikan air yg terus mengalir
tanpa menghiraukan
bahwa esok akan ada yg menantikan kesedihanku
di saat dan dengan keadaan apa pun
Aku bisa merasakan arti persahabatan
yang seutuhnya ya.......itulah kawanku , temanku...
sahabatku yg selalu membuat aku
melupakan kesedihan dan kembali melangkah dengan ceria
Ku angkat wajahku
ku buang rasa sakitku
ku ringankan langkahku
ku ayun tanganku
Satu hal yg akan ku ingat selamanya
Satu sahabat lebih baik dari apa pun
Karena dia mampu memberikan pegangan
Di saat aku terhuyung dan terjatuh
Dia jg mampu membuatku tersenyum kembali dalam canda tawanya .

Information From

Senin, 22 Desember 2008

Bunda, Wo Shiang Ni...

Bunda.. Kuingat dahulu..
Saat senyum tulusmu slalu warnai hariku
Saat jemari mungilku erat kaugenggam
dan saat kau ulurkan tanganmu kala kuterjatuh

Kuingat dahulu..
Saat kau seka butiran peluh dari lelah jiwaku
Saat kau peluk aku tuk tenangkan batinku
dan tuk setiap saat dimana kau ada untukku

Dan kini......
Saat rambutmu tlah memutih
Saat keriput menghiasi jemari indahmu
Saat pandanganmu mulai memudar
Saat getar di tanganmu menjadi karibmu

Tersisa segumpal penyesalan
Pernah kubiarkan engkau sendiri dalam sepi
Pernah kubiarkan engkau terjatuh dan terisak
Saat kularut dalam gempita dunia..

Bunda... maafkan aku...
Maafkan karena aku tak bisa menuruti kehendakmu
Maafkan atas segala ego dan ketidak pedulianku
Sesungguhnya jiwamu adalah mentari
yang slalu terangi tiap langkahku
Engkaulah embun dalam gurun hidupku
Dan pelangi di penghujung prahara
Semoga masih cukup waktuku
Tuk membuatmu mengerti
Bahwa memilikimu
Adalah kebahagiaan yang takkan pernah tergantikan...
Bunda...
Kalau saja keperkasaan sang waktu dapat kurayu
Kalau saja roda kehidupan dapat kuputar kembali
Seperti ketika aku masih bisa memeluk erat dirimu
Seperti ketika aku masih hadir dan melihat jelas wajah cantikmu
Bunda, aku akan pulang …
ke tempat di mana cinta dan kasih begitu penuh
ke waktu tatkala pagi bermandi mentari
ke padamu yang mengasihi tanpa pamrih

Bunda, ku ingin selalu ada di sisimu
Engkau kini berada jauh dariku
Hanya dapat kutemui di belantara mimpi
Di batas angan dan kerinduan
Di atas bayang-bayang jalanku yang kini berkerikil dan curam
Di tengah badai musim dingin yang menusuk tubuh dan pikiranku

Bunda...hati ini sangat merindukanmu saat ini
Terimalah aku seutuhnya ,tanpamu hidupku bgitu sunyi
Maafkan... jika aku slalu mengecewakanmu
Aku tahu engkau teramat menyayangiku
Sampai kau korbankan waktumu hanya untuk diriku
Saat diriku terjatuh dan terluka
Berada di dekatmu membuat lukisan hidupku bgitu indah
Engkaulah yang menyempurnakannya dengan warna cintamu
Bunda, aku akan pulang...
Tak ingin kutinggalkan lagi Kau dalam kesepian .

Bunda

Bunda,ketegaran ini....
tak mampu menutupi nelangsa yang ada
senyum dan tawa ini...
tak mampu buang lara yang kurasa
duka ini...
tak kan mungkin berasa bila ada di dekapanmu
Namun....
ada jarak yang memisahkan kita
tak mungkin kubagi beban ini
tak ingin kutambahi bebanmu,Bunda
Jika ada kesempatan dan kekuatan
ingin kuukir senyum di wajah lelahmu
senyum yang sellu mampu damaikan hatiku
meski seperih apapun derita ini
Bunda....
aku rindu nasehat bijakmu....saat ini
saat gundah meraja
ingin ku menangis di pelukanmu
dalam dekap hangat kasihmu
seperti dahulu....
Bunda....

Sabtu, 20 Desember 2008

Aku Sakit Karena Sendiri

Aku benci pada benci
aku rindu pada rindu
aku sepi karna sunyi
namun aku ingin berarti

aku cinta pada cinta
aku merdeka karna bukan apa-apa
aku berpikir untuk bermakna
demi Tuhan yang aku percaya

Benciku karena rindu
Rinduku karena benci
Aku sunyi dikeramaian
Tiada arti disaat-saat penuh arti

Terbelenggu karena cinta
Terpikirku tuk berlari
Tapi tiada tempatku tuk berlari
Dari mata Tuhan yang tiada pernah terpejam.

Jumat, 12 Desember 2008

CINTAKU PADAMU

Cintaku padamu

adalah kerinduan waktu
memeluk bisu di batu-batu
saat gerimis jatuh

Cintaku padamu
adalah ketabahan matahari
tatkala menumbuhkan mawar
di nadi sunyi

Cintaku padamu
adalah keindahan purnama
kala meneteskan cahaya
pada lara

Cinta tanpa musim itu
memberi nafas dan sayap
pada beribu puisi abadi
tentang kita....