Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2016

Offroad Lembang






Outing saat sharing knowledge PT Bukit Muria Jaya Team di Lembang Bandung

Kamis, 13 Agustus 2015

Apakah CITES itu?

  • CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa  liar, merupakan suatu pakta perjanjian yang berlaku sejak tahun 1975. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978.
  • CITES merupakan satu-satunya perjanjian atau traktat  (treaty) global dengan fokus pada perlindungan spesies tumbuhan dan stawa dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut,
  • CITES merupakan perjanjian yang memuat tiga lampiran (appendix) yang terdiri dari :
    1. Appendix I yang memuat daftar dan melindungi seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang terancam dari segala bentuk perdagangan internasional secara komersial,
    2. Appendix II yang memuat daftar dari spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin akan terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan,
    3. Appendix III yang memuat daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang telah dilindungi di suatu negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan memberikan pilihan (option) bagi negara-negara anggota CITES bila suatu saat akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke Appendix II, bahkan mungkin ke Appendix I
  • CITES merupakan komitmen dari 145 negara anggota mengenai prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh CITES secara khusus, bahwa perdagangan dalam bentuk apapun dari spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi telah menjamin kelestariannya;
  •  CITES merupakan suatu proses dimana negara-negara anggotanya berkerja bersama untuk menjamin bahwa perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilaksanakan sejalan dengan perjanjian CITES,
  •  CITES merupakan suatu badan administrasi yang berkantor pusat di Geneva, Swiss, dan menyediakan dokumen-dokumen asli dalam tiga bahasa: Inggris, Perancis dan Spanyol.
  • CITES merupakan pertemuan musiman/dua kali setahun (biennial) dari negara-negara anggotanya yang menghadiri konferensi tersebut selama 2(dua) minggu, dimana mereka mengevaluasi sejauh mana perjanjian tersebut berjalan, menetapkan pemecahan masalah atas isu-isu yang berkaitan dengan kebijaksanaan, dan menentukan daftar spesies yang dilindungi dan memerlukan tindakan seperlunya,
  • CITES merupakan suatu konferensi yang juga memperbolehkan kehadiran organisasi-organisasi non pemerintah yang tidak mempunyai hak voting, dan menaruh perhatian pada masalah konservasi, kesejahteraan binatang, perdagangan, �zoological�, dan minat-minat keilmuan. Kehadiran organisasi-organisasi tersebut biasanya memberikan informasi dan data-data tambahan mengenai isu-isu lingkungan yang kompleks, serta masukan-masukan yang konstruktif dalam upaya perlindungan tumbuhan dan satwa liar,
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai CITES secara terinci, silahkan mengarungi dunia maya di website CITES dengan alamat http://international.fws.gov/cites/cites.html

Selasa, 26 Agustus 2014

Rahasia Sukses

Kita semua ingin sukses, apalagi sebagai entrepreneur. Sedangkan kesuksesan sendiri merupakan hasil yang kompleks dari perpaduan banyak variabel seperti perencanaan, ketekunan, dan lain sebagainya. Akan tetapi seringkali saking senangnya kita dengan kerja keras, kita cenderung melupakan satu faktor berharga lain yang akan memacu kita pada kesuksesan. Yaitu sahabat, atau dengan siapa kita bergaul. Mengutip ungkapan terkenal dari Jim Rohn: “Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu dengan Anda”. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?



3 Orang yang Penting Bagi Anda

Tidak peduli sebanyak dan sedekat apa orang-orang yang ada di jaringan Anda, ada 3 jenis orang yang akan mengantarkan Anda pada kesuksesan:

1. Orang yang lebih tua dan lebih sukses dimana Anda bisa belajar banyak darinya.

2. Orang yang setara dengan Anda dimana Anda dapat berbagi ide dengannya.

3. Orang di bawah Anda untuk Anda latih dan membuat Anda senantiasa bersemangat.

Tokoh ternama yang memegang teguh prinsip ini adalah Aristoteles. Ia belajar dari mentornya, Plato, bertukar ide dengan sesama filsuf Yunani di akademi tempatnya belajar, dan mengajarkan pemikirannya pada anak muda bernama Alexander, yang kemudian menjadi Alexander Agung.

friends Resep Kesuksesan: Kelilingi Diri Anda dengan Orang   Orang Sukses studentpreneur entrepreneur startup

Anda Akan Butuh Bantuan Kapan Saja

Sukses juga bergantung pada kemampuan Anda terhubung dengan orang-orang yang sudah lebih dulu merasakannya. Ada seorang pria bernama Ernest Hemingway, yang kini merupakan salah satu figur literatur dunia. Seorang penulis hebat seperti Hemingway tidak sukses sendirian. Ia bekerja di perusahaan koran dimana bosnya, Sherwood Anderson membantunya mempublikasi novel pertamanya. Dari sini, Hemingway kemudian terhubung dengan penulis-penulis lain seperti F. Scott Fitzgerald, Virginia Woolf, dan James Joyce. Komunitas penulis hebat inilah yang membantunya membentuk gaya menulisnya, dan memaksanya untuk menulis setiap hari sehingga ia menjadi salah satu penulis terhebat di generasinya. Hemingway adalah bukti bahwa bakat tidak selamanya berbanding lurus dengan kesuksesan. Sangat susah untuk menepati jadwal yang padat untuk meningkatkan diri Anda jika Anda tidak mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.



Membuat Daftar

Jadi bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Akio Morita, founder Sony menyarankan bagi Anda untuk melihat siapa-siapa yang ada di sekitar Anda. Apabila mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai kerja keras dan tak termotivasi, maka gantikan dengan orang-orang satu minat yang dapat Anda temui dengan mudah di seminar-seminar. Kemudian buat daftar sederhana berisi orang-orang yang akan meningkatkan hidup Anda, dan orang-orang yang akan menghambat Anda. Jika orang itu dapat meningkatkan hidup Anda, habiskan sebanyak mungkin waktu dengan mereka. Jika orang itu hanya menghambat Anda, habiskan hanya 5 menit dengannya.

Aturan 5 menit mungkin terlalu ekstrim. Namun orang-orang yang ada di sekeliling Anda lah yang akan memberikan dampak terhadap kehidupan Anda. Karena jaringan sahabat yang terdiri dari orang-orang yang termotivasi untuk sukses akan senantiasa memberikan Anda inspirasi dan kompetisi yang sehat. Sekali lagi mengutip ungkapan Jim Rohn: “Jangan bergabung dengan keramaian yang mudah. Pergilah kemana ekspektasi dan pencapaian sangat tinggi.”

Jadi Sobat Studentpreneur, bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

- See more at: http://studentpreneur.co/resep-kesuksesan-kelilingi-diri-anda-dengan-orang-orang-sukses/#sthash.7KlYltlx.dpuf

Kamis, 24 April 2014

Expand the Payza network and earn money!

 Dapatkan uang dengan internet cukup ajak gabung melalui pembayaran PAYZA
  • Earn up to $10 USD per referral
  • It's easy
  • Get paid instantly


Refer your friends, family, clients and contacts to Payza and qualify for cash rewards.
It’s simple: refer someone to use Payza, and if they meet the conditions (below) then you’ll get paid! All you have to do is copy and paste your personalized link or banner code into an email or your website to get started!
Terms and Conditions
  • Referrals must open a Personal or Business account and send/spend/receive at least $250.
  • Earn $5 for each of your first ten referrals and $10 each for every one after.
  • Self-referrals or referrals from the same IP address or device will not be rewarded.
  • You will only be rewarded for qualifying referrals who signed up through your link

Ayo Lihat teman-teman Anda, keluarga, klien dan kontak ke Payza dan memenuhi syarat untuk hadiah uang tunai.

Sangat sederhana: merujuk seseorang untuk menggunakan Payza, dan jika mereka memenuhi persyaratan (bawah) maka anda akan dibayar! Yang harus Anda lakukan adalah copy dan paste link Anda pribadi atau kode banner ke email atau website Anda untuk memulai!



Each time you refer someone to Payza, you could earn up to $10.00 USD. The more people you bring to Payza, the more you'll earn. Helping you make more money -- think of it as our way of saying thank you.
Here are the ways you can integrate your referral link.
 
 
 

Referrals

A unique referral URL for your friends and customers. By clicking on your link, your referrals will be prompted to sign up for a Payza account.
Get Your Unique Referral URL

Link Code

A text link looks just like a standard hyperlink and will take on the font and color characteristics of your page.
Get Your Link Code Now

Banner Code

Have your referral link appear in a banner ad. When people click on the banner, they'll be directed to Payza through your referral.
Get Your Banner Code Now

Senin, 28 Februari 2011

Rumput dan Pohon


Seorang sahabat berkata,"Jadilah rumput bukan ponon beringin, karena pohon beringin diterpa angin kencang dan musti siap juga kalau di kencingi dan diberaki oleh burung dan mahluk-mahluk lainnya. Kalau rumput, toh sudah biasa diinjak dan menerima semua sampah dari kehidupan. Kalau toh mau jadi pohon beringin, jadilah pohon beringin yang rimbun dan mampu menerima semua yang datang dengan baik, berakarlah ke tanah dengan kuat dan penuh, agar kokoh dan membumi."
 
Menjadi rumput dan pohon beringin itu sama baiknya dan sama juga punya fungsi sendiri-sendiri, hanya memang yang namanya alam itu sering kali berbicara dengan diam, terutama sekali pohon dan rumput, sangat terbiasa untuk berbicara dalam diam, untuk menjadi saksi atas semua kejadian yang ada di alam semesta ini. Kalau lalu berumur panjang atau pun rubuh, toh sekedar berganti atau digantikan oleh pohon dan rumput yang lain.
 
Jadi sahabat, kalau anda mau kembali ke alam, bersatu dengan alam, sering-seringlah berdialog dengan rumput dan pohon, asal jangan banyak suara tentu anda tidak dikira gila.......
 
salam rumput dan pohon....
 

Minggu, 24 Oktober 2010

The Power Within You


oleh : Muk Kuang
 
You can find this article in these following site :
 
Pada sebuah festival kesenian seorang penjual balon melepaskan satu balon warna hijau ke udara, dan beberapa saat kemudian dia melepaskan satu buah balon lagi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian pengunjung festival.
Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"
Kemudian si penjual balon berkata "Yang membuat balon tersebut terbang ke udara bukan karena warnanya. Tidak peduli mau warna merah, hitam, biru, atau warna lainnya semuanya tetap bisa terbang. Karena yang membuatnya bisa terbang ke udara adalah gas yang terdapat dalam balon tersebut.
Cerita yang begitu luar biasa ini saya kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win. Pada dasarnya balon dalam cerita tersebut sama seperti manusia.
Manusia dapat berhasil mencapai puncak kesuksesan karena kekuatan yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri. 
P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil dari sebelumnya ?
P = Positive
Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita. Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif, konsekuensinya apa yang dihasilkan dari pikirkan tersebut tidak akan positif.
O = Optimist
Melihat kondisi sulit, mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita, mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down dan pesimis. Manusiawi sekali memang, tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?, Seumur hidup ? Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi. Gagal dan mengalami penolakan sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang.
W = Willingness
Yakin saja tidak cukup, seseorang memang harus ada kemauan dan action untuk mewujudkannya. Kalau ditanya mau berhasil ?, pasti semua mau berhasil. Tapi kata orang bijak will is not enough, you have to do. Kalau memang sudah tidak ada kemauan berhasil, ini perkara sudah repot. Orang tersebut harus menolong dirinya sendiri
E = Enthusiasm
Manusia kalau tidak punya antusiasme sama seperti mobil kehabisan bensin. Sebagus dan semahal apapun mobilnya kalau tidak ada bensin percuma saja. Sama seperti kita kalau punya impian yang luar biasa, mind-set yang positif, tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.
R = Refill
Batu baterai saja ada waktunya habis, apalagi dengan kekuatan dalam diri kita. Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah. Apa yang harus kita lakukan ? 
Isi ulang (refill) kekuatan Anda. Dengan apa ?
Isi dengan sesuatu yang mampu meningkatkan power Anda kembali. Baca buku, fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.
Jadi jangan khawatirkan latar belakang Anda, apapun pendidikan Anda baik itu lulusan lokal maupun lulusan impor, pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada POWER yang ada dalam diri Anda. 
Selamat mengembangkan Power Anda.

Sabtu, 24 April 2010

Bonsai Dan Sequoia



Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut Bonsai, pohon ini indah dan
dibentuk dengan sempurna walaupun tingginya hanya dalam hitungan sentimeter.

Di California ditemukan pohon raksasa hutan yang bernama Sequoia.

Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman dengan ketinggian
mencapai 90 meter seakan menembus langit dan lingkar batang hingga 26 meter.
Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika ditebang akan menghasilkan kayu
bangunan yang cukup untuk membuat 35 buah rumah dengan lima kamar.

Pada saat berbentuk biji Bonsai dan Jenderal Sherman berukuran sama kecil,
masing2 beratnya kurang dari satu milligram. Setelah keduanya dewasa
terjadi perbedaan ukuran yang luar biasa dan kelihatan seperti peristiwa
yang sederhana saja, tetapi kisah dibalik perbedaan ukuran itu mengandung
pelajaran dalam kehidupan manusia. Ketika pohon Bonsai mulai menyembulkan
tunasnya di muka bumi, orang Jepang mencabutnya dari tanah dan mengikat
pokok akar dan sebagian cabang akarnya dengan demikian secara sengaja
menghambat pertumbuhannya. Hasilnya adalah sebatang pohon mini yang indah
tetapi tetaplah mini.

Biji Jenderal Sherman jatuh ke tanah California yang subur dan mendapat gizi
dari mineral, air hujan dan sinar matahari, hasilnya adalah sebuah pohon
raksasa.

Baik Bonsai maupun Jenderal Sherman tidak punya pilihan dalam menentukan
nasibnya.

Tidak demikian dengan anda, anda punya hak untuk menentukan nasib, anda bisa jadi besar atau jadi kecil sebagaimana yang anda kehendaki. Anda bisa jadi Bonsai atau Jenderal Sherman. Citra diri anda dan cara anda memandang diri sendiri akan menentukan akan menjadi apa anda kelak, untuk itu anda punya pilihan.

By Djodi


Selasa, 20 April 2010

Masih Terlintas



Lagu lama itu kembali terdengar.  Lagu yang entah kapan saya mulai bisa menghafalnya. Yang pasti, sejak dulu, kala masih di SD.  Malam kemarin, kembali sayup-sayup lagu itu merebak melewati udara, 
menembus daun pintu kamar, berbisik pelan-pelan ditelinga saya, membuat seluruh aliran darah di badan saya berdesir-desir sehingga membuat saya bergegas menuju ruang tengah, setengah berlari berdiri mematung di kotak hitam ajaib yang bisa mengeluarkan berbagai macam gambar dan bunyi yang disebut dengan televisi. 

Ah, masih indah seperti dahulu: 
Indonesia tanah air beta 
Pusaka abadi nan jaya 
Indonesia sejak dulu kala 
Slalu di puja-puja bangsa 


Sebagai seorang yang memilih profesi sebagai seseorang yang membantu klien  untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan, sering saya bepergian.  Lagu itu, seperti membawa ngatan saya kemasa lalu. Jadi ingat waktu jadi tim pengibar bendera sama Nova, Idun, Joni, Eliza, Ranu, Bombi.. sobat-sobat kecil saya
Jadi inget juga waktu di senat dengan segala pernak-pernik idealisme, ada Teten, Auk, Cici, Heru, Rudi, .. 

Ada rasa bangga juga sebagai anak Indonesia,  ketika berkeliling ke hutan-hutan sawit yang berpuluh ribu hektar luasnya - untuk berbagi ilmu leadership - yang dikelola oleh orang Indonesia. 
Ada rasa bangga yang tak terucapkan setiap kali saya mengisi tangki bensin mobil saya di SPBU dengan nuansa merah Pertamina yang bertuliskan Pasti Pas yang pelayanannya jauh lebih baik dibanding dahulu. 
"Selamat pagi pak. Isi berapa Pak? Mulai dari nol ya Pak.." 
Ada rasa bangga pula ketika sehabis mengisi kelas motivasi saya dioleh-olehi nanas dalam kaleng dari produsen nomor 3 terbesar di dunia,  "Pak Iwan, ini nanas dari kebun kami pak, untuk diekspor.." 
Wah, hebat orang Indonesia. 

Seperti juga Einstein,  saya tidak percaya bahwa Tuhan senang bermain dadu.  Pasti ada maksud dan tujuan kenapa kita ada disini hari ini duduk  dan hidup di negeri ini.  Pasti ada maksudnya suatu hari nanti kenapa hari ini Anda membaca tulisan ini.  Pasti ada maksudnya, pasti! 

Kata Steve Jobs, ada titik-titik momentum (dots) dalam kepingan hidup kita yang harus kita hubungkan (connecting the dots) sehingga menghasilkan sebuah 'gambar besar'. Gambar yang akan menjadi oleh-oleh istimewa yang akan kita bawa 'pulang' kelak, kata Stephen Covey. 

Disana tempat lahir beta 
Dibuai dibesarkan bunda 
Tempat berlindung di hari tua 
Sampai akhir menutup mata 

Sabtu, 17 April 2010

Nilai Sebuah Sepatu



Pernah menonton film yang berjudul Children of Heaven? Film ini  diproduksi oleh Negara sahabat kita yaitu Iran. Cerita film  ini sangat menguras emosi penonton.   Diceritakan bagaimana perjuangan seorang anak lelaki bernama Ali. Dia ingin mengganti sepatu adiknya, yang tidak sengaja dihilangkannya.  Akibatnya setiap kali mau pergi sekolah, sang kakak harus menunggu adiknya dulu pulang sekolah untuk tukaran memakai sepatu. Masalah muncul, Ali selalu terlambat. Mempunyai sepatu baru merupakan jalan keluar terbaik bagi mereka berdua
 
Lebih Lengkap silahkan klik motivasi di www.trainersclub.or.id


Information From

Jangan Semuanya Jadi Pedagang


"The men who have succeeded are men who have chosen one line and stuck to it" - Andrew Carnegie.

Kenapa ada orang yang begitu sukses luar biasa dan yang lainnya biasa-biasa saja?
Kenapa Bill Gates bisa menjadi orang terkaya di dunia?
Kenapa Warren Buffet bisa menjadi orang nomor dua terkaya di dunia hanya dengan mengurung diri di ruangan setiap harinya?

William Soeryadjaya

Kenapa si A teman saya yang di sekolahnya bodoh, bertampang biasa-biasa saja tapi sekarang begitu sukses?

Banyak penjelasan dan spekulasi yang mencoba menjawab pertanyaan ini:

"Yah, dia memang sudah lahir jadi orang kaya".

"Dia memang berbakat, sih".

"Dia punya karisma kepemimpinan, sedangkan saya tidak".

Dan sebagainya....

Coba anda bayangkan seandainya Bill Gates itu adalah seorang pemain sepak bola sukses seperti Zidane.

Coba bayangkan seandainya Warren Buffet itu adalah penyanyi tenar seperti Justin Timberlake.

Coba bayangkan seandainya Oprah Winfrey itu adalah seorang pedagang (trader) valuta asing seperti George Soros.

Coba bayangkan seandainya Jeff Bezos itu adalah pebisnis properti seperti Donald Trump.

Pertanyaannya, apakah mereka itu akan sukses jika mereka melakukan semua hal di atas?

Jelas tidak mungkin.

Mereka adalah orang-orang sukses yang mengikuti jalur bakat alami dan kebiasaan mereka masing-masing.

Seandainya mereka semua tidak mengikuti jalur alami tersebut, tidak mungkin nama mereka bisa kita kenal seperti sekarang ini.

Pertanyaan ini menjawab kegundahan sebagian kita atau para karyawan yang merasa bisnis / karirnya tidak berkembang alias jalan di tempat atau belum menentukan pilihannya.

Sudahkah anda tahu bakat dan jalur alami anda?
Penelitian komparasi tentang motivasi hidup mandiri pada anak-anak asuh di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Serangan, Yogyakarta antara yang tinggal di dalam panti dan yang tinggal di luar panti

Rabu, 14 April 2010

Gunakan Waktu Liburmu….


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs476.snc3/26093_432536158708_100086358708_5558233_3813809_n.jpg

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara e masnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".

Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".

Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".

"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".

"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .

"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".

"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah memberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".

"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan" kataku, "Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum. "Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? 

Just Do The Right Thing



Talking to a co-worker at the hospital on the administration 
floor, I noticed a perplexed Hispanic woman who was obviously 
lost. We rushed to the woman and stated "Can we help you?" 
However, the woman, who was out of breath, could only speak 
to us in Spanish. Neither my co-worker nor I could speak any 
Spanish; however, somehow my friend asked, "You need to go 
to the Eye Center ?" and the woman nodded yes.
We were so happy. We thought we had communicated with the 
woman in distress. (In reality, we should have known that the 
Hispanic woman could not have understood "You need to go to 
the Eye Center " as it was obvious to us from the beginning that 
she could not communicate in English.) I volunteered to take her 
to the Eye Clinic, located about 200 yards away on a different 
level.
As we were walking to the Eye Center , the woman was trying 
vehemently to tell me something. I thought she was trying to 
thank me for helping her; however, as we got into the elevator I 
quickly knew that was the furthest thing from her mind.
As the elevator started to descend, I noticed the woman leaning 
on another woman, screaming and apparently becoming sick. 
People in the elevator quickly started asking, "Are you OK? 
What's the matter?" However, I knew the answer to those 
questions. She was obviously petrified of elevators! Now, I knew, 
that instead of what I initially thought was her thanking me for 
sho wing her the way to the Eye Clinic, she was frantically trying 
to find the way to the stairs. Suddenly, I pressed the button for 
the next floor and we quickly exited from the elevator. She said, 
"Gracias," [Spanish for thank you--living in Texas , even I knew 
that term]. However, my mind raced to another problem: how 
was she going to get to the Eye Center , or did she now even 
want to get to the Eye Center ?
I asked, " Eye Center ?" while pointing to my eyes. She quickly 
replied, "No, No, No . . . Bambinos [babies]." I thought she 
meant the Children's Hospital (located in another section of the 
hospital) but this time I wanted to make sure.
I looked with her for a bilingual employee, and that interpreter 
told me that she wanted to visit her 5 year old niece, Mary 
Gonzales, who was sick and on the ninth floor of the Children's 
Hospital.
Now I knew where she wanted to go, but I also knew she wanted 
to take the stairs. That meant going down six flights of stairs in 
one section of the hospital and up nine flights of stairs in another 
section of the hospital. I found the stairs and we descended all 
the way to the first level. I then went with her past the cafeteria 
so she could begin her ascent up the nine flights of stairs in the 
Children's Hospital. However, as we approached the stairwell 
door, it hit me: some floors in the Children's Hospital have 
locked stairwells from the inside (to prevent kidnappings) . That 
meant I would have to accompany her all the way up nine flights 
to make sure that she had access on nine.
We climbed, and climbed, and climbed. Finally we got to the 
stairwell door on nine. I was getting tired. She was getting tired. 
At least the end was here. I reached for the knob, but I noticed a 
sign posted on the door: "Floor nine secure. Next access on 10."
I thought to myself, "Oh no . . . not another flight!" as I 
motioned to her to wait. (For some reason I think she knew what 
I was about to do.) I went up to 10, took the elevator down to 9, 
and opened the stairwell door for her. We went to the 
receptionist on 9 and asked what room Mary Gonzales (her 
niece) was in. After looking in the computer we were both 
somewhat shocked with the receptionist' s response: "Mary was 
transferred this morning to another room on the 10th floor, 
1063."
I knew what to do. I thanked the receptionist as I showed Mary's 
aunt back to the stairwell where we had just been a few minutes 
ago. We climbed one more flight of stairs. Opening the stairwell 
door on 10 we saw Mary's relatives looking at us in shock. Some 
of the relatives spoke to Mary's aunt in Spanish. Some of the 
relatives spoke to me in English: &l dquo;We were so worried. 
Somehow, we got separated in the hospital and you know, my 
sister does not like elevators. [I thought: Believe me, now I 
know.] We looked and looked for a long time, but with no luck. 
We somehow thought she might be here [on the 10th floor], but 
we just got here and my sister was nowhere to be found."
I replied, "I'm glad we found ya'll. I hope Mary is feeling better." 
With that, I descended all the way to one; however, this time I 
took the elevator, not the stairs.
Yes, climbing those stairs might have caused my heart to r ace a 
little; however, when we found the family, it was definitely well 
worth everything.
Another example from the hospital was when I saw a 7 year old 
boy coloring in the Neuro Trauma Intensive Care Unit's Waiting 
Room. (His mother had been injured in a car accident, sustaining 
numerous injuries, including a serious traumatic brain injury, 
and his mother's condition was very serious.) I approached the 
boy and said, "Wow, you're such a great colorer," in an attempt 
to cheer the boy up.
I'll never forget the boy's reply: "Thank you . . . do you want to 
buy it?"
Startled, I replied, "Well . . . how much is it?"
The boy answered, "Mister, it's right here on the picture," as he 
showed me the $1.00 price on the top right corner of his picture. 
Laughing inwardly, I thought, "Now he's a true entrepreneur." 
That "art" is now proudly displayed on my office wall as I gladly 
gave the boy a dollar bill.
Sometimes, the smallest things can make all the difference in 
the world as a "small thing" to the giver can be a "tremendous 
thing" to the recipient: returning a wallet to the lost and found; 
giving a small amount of food to a starving person; or visiting a 
sick person in the hospital. They are all "small things" but can be 
huge as they are acts of kindness. Sometimes the "small things" 
make all the difference in the world, whether it's in a hospital, a 
supermarket, or anywhere else. Quite often, the "small things" 
are the right things.
Have a positive day!

Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus, CHT, MNLP
HRD & General Services Mgr of Pharmaceutical Company
Moderator dan Inspirator - Inspirasi Indonesia
NLP Master Practitioner License of Dr. Richard Bandler
Hypnosis and Hypnotherapy Certified
7 Habits of Highly Effective People Facilitator
Life Coach & Therapist